Jumat, 11 Sep 202629 Rabiulawal 1448 H
Kembali ke Indeks Berita
Opini & Khazanah

MENGENAL GP ANSOR: DARI OLAHRAGA UMUM HINGGA KODE RAHASIA SEMBILAN BINTANG

Penulis: Tim Media PAC 10 September 2026 43 Kali Dibaca
MENGENAL GP ANSOR: DARI OLAHRAGA UMUM HINGGA KODE RAHASIA SEMBILAN BINTANG

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) merupakan salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia. Didirikan pada 10 Muharam 1353 Hijriyah atau bertepatan dengan 24 April 1934 di Banyuwangi, Jawa Timur, GP Ansor terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar kultural dan spiritualnya. Through Keputusan Kongres XVI yang berlangsung di KM Kelud pada tahun 2024, GP Ansor memperbarui Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) sebagai wujud adaptasi terhadap dinamika masyarakat yang terus berkembang.



1. Akidah, Asas, dan Sifat Organisasi

Sebagai bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor berpegang teguh pada prinsip-prinsip berikut:

  • Akidah: GP Ansor berakidah Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jama'ah. Dalam bidang akidah mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi; bidang fikih mengikuti salah satu dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali); serta bidang tasawuf mengikuti Imam al-Junaid al-Baghdadi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali.

  • Asas: Berasaskan Pancasila.

  • Sifat: Bersifat kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan.

2. Tujuan dan Bidang Usaha GP Ansor

GP Ansor didirikan dengan tiga tujuan strategis:

  1. Membentuk Kader: Mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa dan kader NU yang cerdas, tangguh, berakhlak mulia, serta bertakwa.

  2. Pembangunan Nasional: Berperan aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang adil dan makmur.

  3. Penegakan Ajaran: Menegakkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dalam wadah NKRI demi kemaslahatan umat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, GP Ansor bergerak di berbagai bidang, seperti pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan, kewirausahaan pemuda, kesenian/kebudayaan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat.


3. Keanggotaan dan Jenjang Kaderisasi

Siapa saja yang bisa bergabung dengan GP Ansor, dan bagaimana tingkatannya?

  • Syarat Anggota: Warga Negara Indonesia (WNI) beragama Islam, berusia 20 hingga 45 tahun, serta menyetujui dan taat pada peraturan organisasi.

  • Stelsel Aktif: GP Ansor menganut stelsel aktif dalam keanggotaannya.

  • Jenjang Kaderisasi: Seseorang dinyatakan sebagai kader sah apabila lulus dari pendidikan kaderisasi yang terdiri atas tiga jenjang:

    1. Pendidikan Kaderisasi Jenjang Awal

    2. Pendidikan Kaderisasi Jenjang Lanjutan

    3. Pendidikan Kaderisasi Jenjang Tertinggi

4. Tingkatan Kepengurusan

Struktur kepengurusan GP Ansor berjenjang dari tingkat pusat hingga desa:

  • Pimpinan Pusat (PP): Tingkat nasional (kedudukan di Ibu Kota Negara). Masa khidmah 5 tahun.

  • Pimpinan Wilayah (PW): Tingkat provinsi. Masa khidmah 4 tahun.

  • Pimpinan Cabang (PC): Tingkat kabupaten/kota (termasuk PC Luar Negeri). Masa khidmah 4 tahun (2 tahun untuk PC Luar Negeri).

  • Pimpinan Anak Cabang (PAC): Tingkat kecamatan. Masa khidmah 3 tahun.

  • Pimpinan Ranting (PR): Tingkat desa/kelurahan. Masa khidmah 2 tahun.

Catatan Khusus: Ketua Umum Pimpinan Pusat hanya dapat menjabat selama satu periode saja.

5. Perangkat Utama: Barisan Ansor Serba Guna (BANSER)

Salah satu perangkat organisasi GP Ansor yang paling dikenal oleh publik adalah Banser. Banser dibentuk sebagai satuan penggerak, pengemban, dan pengamanan kegiatan serta program GP Ansor.

  • Struktur Banser: Terdiri dari Satkornas (Pusat), Satkorwil (Provinsi), Satkorcab (Kabupaten/Kota), Satkoryon (Kecamatan), hingga Satkorkel (Desa/Kelurahan).

  • Kepala Satuan Koordinasi Banser di setiap tingkat diampu oleh salah satu ketua pada kepengurusan GP Ansor di tingkat tersebut.

6. Makna Filosofis Lambang GP Ansor

Lambang berbentuk segitiga berwarna hijau milik GP Ansor memiliki makna mendalam:

  • Segitiga Sama Sisi: Keseimbangan pelaksanaan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Iman, Islam, Ihsan / Tauhid, Fikih, Tasawuf).

  • Garis Tebal & Tipis: Keserasian hubungan antara pemimpin (garis tebal) dan yang dipimpin (garis tipis).

  • Bulan Sabit: Melambangkan kepemudaan.

  • Sembilan Bintang: 1 bintang besar di tengah melambangkan Sunnah Rasulullah SAW; 4 bintang di kanan melambangkan Khulafaur Rasyidin; 4 bintang di kiri melambangkan 4 mazhab fikih.

  • Sinar: 3 sinar ke bawah melambangkan pancaran iman, Islam, dan ihsan; 5 sinar ke atas melambangkan Rukun Islam. Total 8 sinar melambangkan semangat juang Ashabul Kahfi serta penyebaran agama ke 8 penjuru mata angin.

Berita Terkait Lainnya